Buta Warna dan 5 Cara Ampuh Mengatasi

Author: | Posted in Artikel 41 Comments

Apakah Benar Saya Buta Warna ?

Buta warna dan cara menyembuhkan
Apakah benar saya buta warna ? Buktinya saya masih dapat melihat dengan jelas warna-warna yang ada. Kenapa saya buta warna ? Kenapa saya baru mengetahuinya sekarang ? Kenapa tidak dari dulu saja agar saya lebih mudah mempersiapkan masa depan ? Bagaimana cara menyembuhkan buta warna ? Apakah saya bisa sukses dengan keadaan yang sekarang ini ? Apakah ada pekerjaan yang masih menerima saya ?
Anda, termasuk saya sebagai admin Master Cyber, dihujani banyak pertanyaan tersebut. Pasti Anda sempat kaget ketika sadar bahwa Anda menderita buta warna. Kita akan membahas secara lengkap dan detail tentang buta warna.
Jika Anda belum yakin apakah Anda benar-benar menderita buta warna atau tidak, silahkan lihat gambar dibawah ini untuk membuktikan.

Pembuktian Buta Warna

mata normal pasti dapat menyebutkan angka-angka yang ada dalam gambar tersebut
klik gambar untuk memperbesar
Mata normal pasti dapat menyebutkan angka-angka yang ada dalam gambar tersebut.

Beberapa cara membuktikan buta warna :

1. Tes Buta Warna

Tes standar untuk mendiagnosis buta warna adalah tes Ishihara, yang banyak digunakan di kantor-kantor, sekolah-sekolah, dan instansi lainnya untuk menyeleksi calon mahasiswa/karyawan. Tes Ishihara terdiri dari 38 set warna yang secara ekstensif menskrining buta warna. Masing-masing set terdiri dari lingkaran-lingkaran dengan titik-titik mosaik bernuansa hijau-merah yang berbeda. Di dalam mosaik terdapat pola-pola angka (“angka atau huruf tokek”) yang tidak dapat dilihat orang yang buta warna tetapi mudah dilihat orang normal (lihat gambar di samping).
Tes buta warna lainnya adalah tes dikotomi Farnsworth (D-15), tes uji visi dinamis yang dikembangkan Profesor John L. Barbur dari City University of London dan tes warna pilihan ganda yang dikembangkan ahli optik Prancis Jean Jouannic.

2. Hindari Mengandalkan Tes Buta Warna Sendiri

Beberapa situs di internet menawarkan tes buta warna secara online. Meskipun mungkin bermanfaat bagi Anda untuk mendapatkan gambaran namun tes semacam itu tidak boleh terlalu diandalkan. Pengaturan gamma, setting warna, kontras monitor komputer, dan cahaya latar berbeda dapat membuat hasilnya berbeda. Untuk mendapatkan hasil yang dapat diandalkan, Anda harus menemui dokter spesialis mata.

Apa Itu Buta Warna ?

1 dari 12 pria di dunia menderita buta warna. Jadi Anda boleh bergembira. Karena masih ada orang-orang seperti Anda. Buta warna adalah istilah umum untuk gangguan persepsi warna. Penderita buta warna kesulitan membedakan nuansa warna atau buta terhadap warna tertentu. Menurut statistik, sekitar 9% laki-laki dan 0,5% perempuan menyandang buta warna. Masalah mereka terutama adalah membedakan nuansa hijau (deuteranomali) atau nuansa merah (protanomali) dan kebutaan warna hijau (deuteranopia) atau warna merah (protanopia). Kesulitan atau kebutaan terhadap warna biru dan buta warna total sangat jarang terjadi.

Kenapa Saya Menderita Buta Warna ?

Beberapa faktor yang menyebabkan buta warna :

1. Keturunan atau Genetik

Buta warna adalah kelainan warisan. Karena gen untuk pigmen visual merah dan hijau terdapat pada kromosom X, buta warna merah atau hijau umumnya terjadi pada laki-laki. Tidak seperti wanita, laki-laki hanya memiliki satu kromosom X sehingga tidak ada salinan cadangan yang bisa mengganti gen cacat yang sesuai. Seorang wanita harus memiliki cacat pada kedua-kromosom X agar menjadi buta warna merah atau hijau. Bila hal itu terjadi, anak laki-lakinya juga pasti buta warna, karena dia mewarisi kromosom X dari ibunya. Selain karena keturunan, bentuk buta warna yang ringan juga disebabkan oleh mutasi gen opsin pada kromosom X.

klik gambar untuk memperbesar

Warna merah penuh menunjukkan penderita buta warna. Titik merah menunjukkan faktor pembawa buta warna. Jika perlu coba tanyakan kepada orang tua Anda, apakah ada saudara mereka yang juga mengalaminya.

2. Ketiadaan Sel Kerucut

Retina mata memiliki hampir tujuh juta sel fotoreseptor yang terdiri dari dua jenis sel– sel batang dan sel kerucut– yang terkonsentrasi di bagian tengahnya yang disebut makula. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya, dan dapat menangkap cahaya yang lemah seperti cahaya dari bintang di malam hari, tetapi sel itu tidak dapat membedakan warna. Berkat sel batang kita dapat melihat hal-hal di sekitar kita di malam hari, tetapi hanya dalam nuansa hitam, abu-abu, dan putih. Sel kerucut dapat melihat detail obyek lebih rinci dan membedakan warna tetapi hanya bereaksi terhadap cahaya terang. Kedua jenis sel tersebut berfungsi saling melengkapi sehingga kita bisa memiliki penglihatan yang tajam, rinci, dan beraneka warna.
Ada tiga jenis sel kerucut pada retina. Mereka masing-masing berisi pigmen visual (opsin) yang berbeda sehingga bereaksi terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda : merah, hijau dan biru. Sel kerucut menangkap gelombang cahaya sesuai dengan pigmen masing-masing dan meneruskannya dalam bentuk sinyal transmisi listrik ke otak. Otak kemudian mengolah dan menggabungkan sinyal warna merah, hijau dan biru dari retina ke tayangan warna tertentu. Karena perbedaan intensitas dari masing-masing warna pokok tersebut, kita dapat membedakan jutaan warna. Gangguan penerimaan cahaya pada satu jenis atau lebih sel kerucut di retina berdampak langsung pada persepsi warna di otak. Seseorang yang buta warna memiliki cacat atau kekurangan satu atau lebih jenis sel kerucut.

3. Kecelakaan

Cedera otak atau stroke dapat mengganggu pengolahan warna di otak. Jika buta warna baru terjadi di usia remaja atau dewasa, penyebabnya adalah penyakit di makula, misalnya karena degenerasi makula atau kerusakan saraf optik di belakangnya.

Apa Ciri-ciri Buta Warna ?

Inilah ciri-ciri balita menderita buta warna :

1. Saat melihat warna, anak akan salah menyebutkan nama warna tersebut.

2. Warna-warna muda seperti hijau muda, biru muda, merah muda akan terlihat warna putih.

3. Menggunakan warna yang tidak tepat pada saat mewarnai gambar.

4. Tidak bisa mengenali warna merah dan hijau.

5. Anak mengeluh sakit kepala atau sakit mata ketika melihat gambar yang berlatar warna merah atau hijau.

6. Penglihatan menjadi lebih tajam pada malam hari.

Jenis-jenis Buta Warna

Inilah jenis-jenis buta warna di dunia :

Orang yang masih dapat melihat warna disebut buta warna parsial atau buta warna sebagian. Orang yang hanya dapat melihat warna hitam dan putih disebut buta warna total. Di dunia, penderita paling umum adalah buta warna parsial. Buta warna total sangat jarang.

1. Trikromasi

Pada penderita klasifikasi buta warna jenis ini akan terjadi perubahan sensivitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Apabila terjadi kelemahan pada warna biru disebut dengan tritanomali. Jenis buta warna inilah yang paling sering terjadi. Bila kelemahan pada warna merah disebut dengan protranomali. Sedangkan deutromali adalah kelemahan pada warna hijau.

2. Dikromasi

Penderita macam buta warna ini dalam keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Klasifikasi buta warna pada jenis ini adalah protanopia, deuteranopia, tritanopia. Yang dimaksud dengan protanopia adalah bila sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya menjadi kurang. Yang dimaksud dengan deuteranopia adalah retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau dan tripanopia adalah bila sel warna kerucut biru tidak ditemukan pada retina mata pasien buta warna ini.

3. Monokromasi

Pasien buta warna jenis ini mengalami hilang atau berkurangnya semua penglihatan warna sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis warna typical dan sedikit warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini mempunyai prevalensi yang sedikit.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Buta Warna ?

Dulu ketika saya ke dokter ahli mata untuk berobat, saya coba bertanya padanya “Apakah saya bisa sembuh dok ?” Kemudian dokter membuka lembaran buku Ishihara yang berisikan sejumlah percampuran warna seperti gambar di atas tadi. Saya hanya bisa menjawab 5 dari semua gambar yang diujikan dalam buku tersebut. Dokter kemudian menjawab “Mas, buta warna tidak dapat disembuhkan. Coba ini saja” sambil memberikan resep berupa obat tetes mata. Saya sempat kecewa dengan hal itu, tapi kita harus bersyukur, masih ada cara alternatif lain untuk mengatasinya.

Beberapa cara mengatasi mengobati menyikapi buta warna :

1. Menggunakan Kacamata Buta Warna

kacamata buta warna
Entahlah sepertinya di Indonesia belum ada kacamata seperti ini. Silahkan coba cari di google.

2. Menggunakan Lensa Kontak Buta Warna

Sepertinya di Indonesia juga belum ada. Coba saja cari di google.

3. Pengobatan Alternatif

Saya pernah menjalani pengobatan alternatif pijat syaraf. Syaraf mata kita dipijat agar penglihatan kita lebih terangsang. Secara teratur mengkonsumsi wortel dan bubuk beras merah. Banyak yang jual di toko. Kemasan dan isinya mirip susu bubuk tapi bubuk berwarna merah. Teman saya berhasil sembuh. Tapi takdir mungkin berkata lain untuk saya.

4. Doa dan Usaha

Kita kembalikan kepada Sang Pencipta, apa-apa yang Ia berikan harus disyukuri. Pasti ada hikmah yang indah dibalik semua itu. Anda harus tetap semang dan berusaha untuk sembuh. Kalau pun belum, jalan cita-cita Anda ke depan masih panjang. Semangat !

5. Menghafal Pola Gambar

Ini adalah teknik yang digunakan untuk membaca angka dalam kombinasi warna gambar tersebut. Cara ada dibawah.

Pekerjaan Apa yang Cocok Untuk Penderita Buta Warna ?

Tidak diterima menjadi pegawai atau karyawan gara-gara buta warna. Peraturan copy-paste yang hanya membuat diskriminasi saja. Jadi, pekerjaan apakah yang tidak ada sangkut paut nya dengan tes buta warna ?
Maka jawabannya, banyak sekali pekerjaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan buta warna. Katakanlah:
– GURU
– MARKETING
– RECEPTIONIST
– PUBLIC RELATIONS
– DOSEN MATA KULIAH NON KIMIA
– Dan semua pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan kimia, kedokteran, elektronika serta farmasi.
Saran saya, kejarlah dahulu cita – cita Anda dengan mengusahakan diri agar dapat lolos tes buta warna. Usahakan semaksimal mungkin hingga Anda telah bosan mencobanya, sampai takdir Anda belum ketemu dengan keinginan tersebut. Barulah beralih ke pekerjaan yang tak ada tes buta warna, atau memilih menjadi pengusaha.

Bagaimana Melewati Tes Buta Warna ?

Semoga dapat menemukan angka yang di cari-cari selama ini.
Setiap tempat (tempat kerja/universitas) pasti menggunakan buku tes buta warna yang berbeda, jadi saran dari saya, kalau bisa di cek dulu buku seperti apa dan yang mana … yang akan digunakan sewaktu tes nanti, kalau disini yang saya sediakan, buku tes BUTA WARNA yang sering digunakan dalam tes kesehatan pendaftaran TNI/POLRI, tetapi bisa saja tempat kerja / universitas menggunakan yang sama dengan ini.

Yang dibutuhkan dalam Tes Buta Warna

1. Buku Ishihara, Download dibawah ini.

– 24 Plate : Download
– 38 Plate : Download

2. Mika Merah / Plastik Tipis yang sering digunakan untuk menjilid Buku.

3. Lilin.

Tahap Pembelajaran :

1. Kalian belajar di tempat gelap, hanya menggunakan penerangan cahaya Lilin.

2. Belajar di ruangan terbuka.

3. Baca jarak jauh 4-5 Meter.

4. Baca Terbalik.

Sistem Pembelajaran :

Bukan menghafal halaman, tapi menghafal pola-pola warna yang berbentuk angka maupun alur, dengan cara mempelajari setiap ada waktu luang, dan di teliti setiap titik pola warna nya. apabila benar-benar tidak terlihat angka/alur yang ada di buku tes kalian bisa menggunakan alat bantu, yaitu Mika Merah, tapi Mika Merah hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai alat yang selalu di gunakan. kita bisa hanya karena terbiasa dengan buku itu, jadi pelajari terus seluk beluk pola pola nya. mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan disini. Jika ada yang kurang di pahami silahkan di tanyakan dengan berkomentar.

Kelebihan Buta Warna

Buta warna bukanlah sesuatu yang harus dipinggirkan, mereka yang buta warna, setelah mengetahui hal tersebut, dia akan memiliki suatu kelebihan yang bisa merubah nasib mereka, yakni “plan jalan hidup mereka akan lebih matang, mereka harus benar-benar terencana dalam mencapai kehidupan masa depan (pekerjaan), mereka memiliki strategi dan semangat juang tersendiri” sebagian besar hal ini dikarenakan, karena mereka buta warna jalan hidup mereka bukan dipersempit tapi diperjelas, misalnya saja mereka yang mengalami buta warna parsial tentu berbagai prodi universitas akan langsung menolak dengan alasan di program studi tersebut dibutuhkan ketelitian warna. Mereka akan diarahkan diprogram studi seperti ekonomi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Dengan demikian mereka akan memiliki semangat juang, untuk menutupi kelemahan mereka. Sedangkan sahabat saya sendiri, dia belajar di akuntansi dan IPK selalu cumlaude, dan dia berusaha mencari kelebihan diantara mahasiswa lainnya.
Bagi kebanyakan orang itu sebuah penyakit, tapi bagi saya itu adalah sebuah anugrah yang diberikan Tuhan. Orang yang mempunyai penyakit ini juga ada levelnya. Saat smengamati teman-teman saya yang mempunyai kelebihan di buta warna parsial, mereka kesulitan membaca tulisan jika latar dari tulisan tersebut bewarna kuning cerah. Saat mereka melihat warna abu-abu muda, mereka melihat ada warna merah jambu (ping) pada objek tersebut. Disini kita tahu, mereka bukan mempunyai kekurangan seperti apa yang kita kebanyakan katakan, tapi mereka mempunyai kelebihan. Mengapa saya katakan demikian, karena mereka dapat melihat warna primer dibalik warna objek yang kita lihat tersebut.
Dari kejadian seperti diatas, yang dapat kita ambil adalah:

1. Mulai sekarang, berhentilah mengatakan mereka mempunyai kekurangan, tetapi mempunyai kelebihan (penyakit).

2. Kita harus menjalin kerjasama dengan mereka. Karena mereka dapat mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

3. Mereka bukanlah orang yang mempunyai kekurangan, melainkan mereka orang yang mempunyai kelebihan dari orang normal.

4. Saya kurang setuju dengan para ilmuan yang menyatakan mereka mempunyai kekurangan, sepertinya mereka tidak mempunyai kekurangan saja.

5. Mayoritas itu memang MENANG, akan tetapi belum tentu BENAR & minoritas itu memang kalah, bukan berarti salah.

Penelitian Yang Telah Dilakukan

Para peneliti menemukan keistimewaan ini ketika melakukan penelitian terhadap panjang gelombang cahaya yang bisa dilihat mereka yang buta warna. Ini dilakukan guna mencari tahu batas-batas warna yang mulai membingungkan mereka. Dalam pengujian ternyata ditemukan bahwa penyandang buta warna justru mengaku melihat perbedaan pada warna-warna yang terlihat sama di mata orang normal.
“Hampir tidak mungkin bagi orang normal melihat warna-warna khaki yang bisa dibedakan para penyandang buta warna,” kata Gabriele Jordan, peneliti penglihatan dari Universitas Newcastle. “Ini membuat saya mengerti betapa sulitnya orang-orang buta warna melihat pola warna di kartu pengujian.”
“Ini adalah penemuan menarik,” ujar David Simmons, seorang peneliti persepsi visual di universitas Glasgow. “Akan sangat menyenangkan bila kita bisa mengetahui apa yang dilihat penyandang buta warna di lingkungannya, seperti halnya penyandang buta warna ingin mengetahui apa yang dilihat orang lain.”
Menurut dugaan Simmons, karena deuteranomaly cukup banyak ditemukan dalam populasi manusia, maka gen yang bertanggungjawab terhadapnya mungkin mengembangkan suatu manfaat lain dalam proses evolusinya. Itu sebabnya, di balik apa yang dianggap kekurangan, ditemukan pula kelebihan yang mengimbanginya.

Tambahan

Jenis monyet capuchin yang buta warna mampu menangkap serangga lebih banyak daripada monyet capuchin yang tidak buta warna. Di sisi lain, tentara AS telah menemukan bahwa orang yang buta warna dapat melihat benda-benda yang disamarkan jauh lebih baik daripada mereka yang tidak buta warna.

Pesan Penderita Buta Warna

Ingat, buta warna bukanlah sandungan kita menuju sukses, dengan buta warna kita bisa mensyukuri nikmat karunia Tuhan Yang Maha Esa, tugas kita kedepan nya adalah mempermudah jalan bagi para penderita buta wana dan memiliki strategi dan cara kita sendiri untuk meraih kesuksesan.

Tips Tentang Buta Warna

Berdoalah yang terbaik untuk generasi penerus Anda nanti. Jika suatu saat nanti Anda mempunyai anak (terutama laki-laki), ketika sudah menginjak umur 5 tahun, coba untuk di tes buta warna. Agar saat dia beranjak dewasa nanti. Dapat lebih mempersiapkan masa depan yang baik. Tapi belum tentu juga anak Anda (terutama laki-laki) menderita buta warna. Karena seperti yang di jelaskan dalam gambar keturunan diatas, mungkin pengaruh ibu lebih kuat.

Kisah Motivasi Penderita Buta Warna

Anda tahu siapa pembuat Facebook ? Dia adalah seorang penderita buta warna. Mark Zuckerberg membuat tampilan Facebook berwarna biru karena penderita buta warna lebih peka terhadap warna tersebut. Alasan lain karena warna biru adalah warna yang membuat mata kita betah berlama-lama untuk melihatnya.
Semoga bermanfaat.
(Dibaca 139.779 kali, 36 pembaca hari ini)
Comments
  1. Posted by erwan zd
    • Posted by kusuma yana
    • Posted by timan rextor lampung
    • Posted by burhan
  2. Posted by Yoni Risqilana
  3. Posted by picv
  4. Posted by melati puspitasari
  5. Posted by Dhimaz Rizki
  6. Posted by Awanz scery
  7. Posted by Tambah Wawasan
  8. Posted by bandu 17
    • Posted by Budi
  9. Posted by Cbi Isnanta
  10. Posted by Mushthofa
    • Posted by Agung
    • Posted by Ugi
  11. Posted by Dhian adi putranto
  12. Posted by Stefanus Gunawan
  13. Posted by Mr. Je
  14. Posted by muhammad indra
  15. Posted by andes makbul
  16. Posted by Ichal
  17. Posted by kaka
  18. Posted by MOHAMMED RIDWAN AL-ZAHIRIN
  19. Posted by wahyu
  20. Posted by aditya
  21. Posted by fiqi
  22. Posted by Sulthon
  23. Posted by RIOPRATAMA
  24. Posted by RIOPRATAMA
  25. Posted by macho
  26. Posted by didik
  27. Posted by Ulil Amri
  28. Posted by burhan
  29. Posted by Chromagen Lens
  30. Posted by Xenium
  31. Posted by adim

Tinggalkan Komentar

*

error: